Tampilkan postingan dengan label Malas's Heroes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malas's Heroes. Tampilkan semua postingan
Quotes About Pahlawan
Diposting oleh
Murid Malas
on Jumat, 15 November 2013
Label:
Malas's Heroes
/
Comments: (0)
“Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi
(Catatan Seorang Demonstran, h. 93)”
― Soe Hok Gie
tags: lupa, mati, pahlawan, revolusi 49 likes like
Pramoedya Ananta Toer
“setiap pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah
(Prahara Budaya, h. 187)”
― Pramoedya Ananta Toer
tags: kalah, menang, menyerah, pahlawan, pejuang
“Pahlawan.. Jangan menanti kedatangannya. Mereka adalah aku, kau, dan kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum memulai. Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka, dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kalung zamrud kembali yang menghiasi leher sejarah.”
― Anis Matta
tags: pahlawan
Y.B. Mangunwijaya
“Namun itu berarti bahwa telah tumbuhlah benih-benih pengakuan, bahwa yang benar-benar penting dalam sejarah justru adalah hidup sehari-hari, yang normal yang biasa, dan bukan pertama-tama kehidupan serba luar biasa dari kaum ekstravagan serba mewah tapi kosong konsumtif. Dengan kata lain, kita mulai belajar, bahwa tokoh sejarah dan pahlawan sejati harus kita temukan kembali di antara kaum rakyat biasa yang sehari-hari, yang barangkali kecil dalam harta maupun kuasa, namun besar dalam kesetiaannya demi kehidupan.
[Impian dari Yogyakarta, hlm. 38]”
― Y.B. Mangunwijaya
tags: pahlawan, rakyat-biasa, sejarah
Goenawan Mohamad
“Saya tak mengharapkan pahlawan. Orang tak selalu baik, benar, berani. Tapi saya mengagumi tindakan yang baik, benar, berani, biarpun sebentar.
(h.11)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
tags: baik, benar, berani, pahlawan, sebentar
“Aku Tidak mau menjadi RELAWAN, Tapi seorang PAHLAWAN!
Relawan menolong kapanpun dan dimanapun, Tapi aku hanya akan menolong di SAAT yang TEPAT!”
― Ary Prakasa
Mewujudkan Sosok Pahlawan dalam Diri
Diposting oleh
Murid Malas
Label:
Malas's Heroes
/
Comments: (0)
KETIKA berbicara pahlawan, tak lain dan tak bukan pikiran kita mengarah kepada bunyi desing senjata dan letupan bom yang terjadi di Tanah Air sekian tahun silam. Ketika berbicara pahlawan, sebuah aksi heroik terus menerus berkumandang memenuhi pikiran kita. Ketika berbicara pahlawan, deretan tanda jasa langsung terasa muncul di depan pelupuk mata kita.
Siapa pahlawan?
Pahlawan yang paling jelas adalah ketika dia bisa memulai perubahan dari dirinya sendiri, lalu membuat perubahan pada kiri-kanannya. Membuat perubahan di lingkungan rumahnya, membuat perubahan di kotanya, negerinya, dunianya. Pahlawan adalah seseorang yang mampu berbuat sesuatu tanpa cakap belaka. Apabila Kawan mengingat Jenderal Sudirman, tanpa Kawan sadari, dia telah memulai sebuah perjuangan sejak menjadi guru di sebuah sekolah. Secara langsung dan meyakinkan dia membuat perubahan pada murid-muridnya. Apabila Kawan mengingat seorang Fatmawati, dia membuat perubahan dengan pendidikan yang luar biasa kepada keluarganya. Apabila Kawan mengingat sosok besar seorang Hoegeng, dia membuat perubahan dengan cara menanamkan idealisme kejujuran yang luar biasa pada dirinya dan instansinya.
Semua orang di atas adalah pahlawan, Kawan. Namun, Kawan harus percaya bahwa di tiap diri Kawan pastilah ada sebersit bakat seorang pahlawan. Karena Kawan adalah seorang yang mampu membuat perubahan yang dimulai dari kiri-kanan lingkungan.
Indonesia sedang butuh pahlawan. Indonesia sedang butuh pemuda-pemudi yang mau membuat perubahan dari langkah yang amat kecil dahulu, sebelum melangkah dengan langkah yang jauh lebih besar. Indonesia butuh seseorang yang mempunyai kemampuan, Kawan. Negara ini sedang krisis pahlawan sejati. Pahlawan sejati bukanlah orang yang suka berbangga diri, namun, pahlawan sejati adalah seorang yang mampu menjadi teladan bagi manusia lainnya. Pahlawan sejati adalah seseorang yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Jangan sekali-kali remehkan panggilan bangsa, Kawan. Ketika bangsa ini menangis karena generasi hancur lebur, kita tidak bisa menyalahkan siapa pun, kecuali diri kita masing-masing.
Siapa Pahlawan?
Pahlawan adalah di tiap-tiap dirimu, yang masih mau dan berkemampuan, untuk menciptakan perubahan menuju lebih baik. Dari langkah kecil, sebagai proses menuju perubahan yang lebih besar.
Semoga Hari Pahlawan ini menjadi momen kontemplasi bagi diri kita masing-masing, karena bisa saja, ini adalah bentuk cinta kita yang sederhana, untuk Indonesia.
Fadel Muhammad
Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Indonesia
Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FHUI 2013
(//rfa)
Daftar Pahlawan Nasional Indonesia
Diposting oleh
Murid Malas
Label:
Malas's Heroes
/
Comments: (0)
Berikut adalah daftar 159 tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Daftar ini disusun berdasarkan data di situs web Kementerian Sosial per Januari 2010 dilengkapi dengan daftar Pahlawan Nasional yang ditetapkan setelahnya.[2] Karena perdebatan yang masih berlangsung mengenai statusnya, Pahlawan Perintis Kemerdekaan dan Pahlawan Ampera tidak dimasukkan ke dalam daftar ini.[3]
No. Nama Gelar Tanggal penetapan Dasar penetapan
1 Abdoel Moeis Pahlawan Kemerdekaan Nasional 30 Agustus 1959 Keppres No. 218 Tahun 1959
2 Ki Hadjar Dewantara Pahlawan Kemerdekaan Nasional 28 November 1959 Keppres No. 305 Tahun 1959
3 Raden Mas Soerjopranoto Pahlawan Kemerdekaan Nasional 30 November 1959 Keppres No. 310 Tahun 1959
4 Mohammad Husni Thamrin Pahlawan Kemerdekaan Nasional 28 Juli 1960 Keppres No. 175 Tahun 1960
5 Samanhudi Pahlawan Kemerdekaan Nasional 9 November 1961 Keppres No. 590 Tahun 1961
6 Oemar Said Tjokroaminoto Pahlawan Kemerdekaan Nasional 9 November 1961 Keppres No. 590 Tahun 1961
7 Ernest Douwes Dekker Pahlawan Kemerdekaan Nasional 9 November 1961 Keppres No. 590 Tahun 1961
8 Sisingamangaraja XII Pahlawan Kemerdekaan Nasional 9 November 1961 Keppres No. 590 Tahun 1961
9 Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi Pahlawan Kemerdekaan Nasional 9 November 1961 Keppres No. 590 Tahun 1961
10 Soetomo Pahlawan Kemerdekaan Nasional 27 Desember 1961 Keppres No. 657 Tahun 1961
11 Ahmad Dahlan Pahlawan Kemerdekaan Nasional 27 Desember 1961 Keppres No. 657 Tahun 1961
12 Agus Salim Pahlawan Kemerdekaan Nasional 27 Desember 1961 Keppres No. 657 Tahun 1961
13 Gatot Soebroto Pahlawan Kemerdekaan Nasional 18 Juni 1962 Keppres No. 222 Tahun 1962
14 Sukarjo Wiryopranoto Pahlawan Kemerdekaan Nasional 29 Oktober 1962 Keppres No. 342 Tahun 1962
15 Ferdinand Lumbantobing Pahlawan Kemerdekaan Nasional 17 November 1962 Keppres No. 361 Tahun 1962
16 Zainul Arifin Pahlawan Kemerdekaan Nasional 4 Maret 1963 Keppres No. 35 Tahun 1963
17 Tan Malaka Pahlawan Kemerdekaan Nasional 28 Maret 1963 Keppres No. 53 Tahun 1963[4]
18 Albertus Soegijapranata Pahlawan Kemerdekaan Nasional 26 Juli 1963 Keppres No. 152 Tahun 1963
19 Raden Djoeanda Kartawidjaja Pahlawan Kemerdekaan Nasional 6 November 1963 Keppres No. 244 Tahun 1963
20 Saharjo Pahlawan Kemerdekaan Nasional 29 November 1963 Keppres No. 245 Tahun 1963
21 Cut Nyak Dhien Pahlawan Kemerdekaan Nasional 2 Mei 1964 Keppres No. 106 Tahun 1964[5]
22 Cut Nyak Meutia Pahlawan Kemerdekaan Nasional 2 Mei 1964 Keppres No. 106 Tahun 1964
23 Raden Adjeng Kartini Pahlawan Kemerdekaan Nasional 2 Mei 1964 Keppres No. 108 Tahun 1964
24 Tjipto Mangoenkoesoemo Pahlawan Kemerdekaan Nasional 2 Mei 1964 Keppres No. 109 Tahun 1964
25 Fakhruddin Pahlawan Kemerdekaan Nasional 26 Juni 1964 Keppres No. 163 Tahun 1964
26 Mas Mansoer Pahlawan Kemerdekaan Nasional 26 Juni 1964 Keppres No. 163 tahun 1964
27 Alimin Pahlawan Kemerdekaan Nasional 26 Juni 1964 Keppres No. 163 Tahun 1964[6]
28 Moewardi Pahlawan Kemerdekaan Nasional 4 Agustus 1964 Keppres No. 190 Tahun 1964
29 Wahid Hasjim Pahlawan Kemerdekaan Nasional 24 Agustus 1964 Keppres No. 206 Tahun 1964
30 Pakubuwana VI Pahlawan Kemerdekaan Nasional 17 November 1964 Keppres No. 294 Tahun 1964
31 Mohammad Hasyim Asyari Pahlawan Kemerdekaan Nasional 17 November 1964 Keppres No. 294 Tahun 1964
32 Ario Soerjo Pahlawan Kemerdekaan Nasional 17 November 1964 Keppres No. 294 Tahun 1964
33 Soedirman Pahlawan Kemerdekaan Nasional 10 Desember 1964 Keppres No. 314 Tahun 1964
34 Oerip Soemohardjo Pahlawan Kemerdekaan Nasional 10 Desember 1964 Keppres No. 314 Tahun 1964
35 Soepomo Pahlawan Kemerdekaan Nasional 14 Mei 1965 Keppres No. 123 Tahun 1965
36 Kusumah Atmaja Pahlawan Kemerdekaan Nasional 14 Mei 1965 Keppres No. 124 Tahun 1965
37 Ahmad Yani Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
38 Raden Soeprapto Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
39 Mas Tirtodarmo Harjono Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
40 Siswondo Parman Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
41 Donald Isaac Panjaitan Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
42 Sutoyo Siswomiharjo Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
43 Pierre Tendean Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
44 Karel Satsuit Tubun Pahlawan Revolusi 5 Oktober 1965 Keppres No. 114/KOTI/1965
45 Katamso Darmokusumo Pahlawan Revolusi 19 Oktober 1965 Keppres No. 118/KOTI/1965
46 Sugiono Pahlawan Revolusi 19 Oktober 1965 Keppres No. 118/KOTI/1965
47 Sutan Syahrir Pahlawan Nasional 9 April 1966 Keppres No. 76 Tahun 1966
48 Raden Eddy Martadinata Pahlawan Nasional 7 Oktober 1966 Keppres No. 220 Tahun 1966
49 Dewi Sartika Pahlawan Nasional 1 Februari 1966 Keppres No. 252 Tahun 1966
50 Wilhelmus Zakaria Johannes Pahlawan Nasional 27 Maret 1968 Keppres No. 6/TK/1968
51 Antasari Pahlawan Nasional 27 Maret 1968 Keppres No. 06/TK/1968
52 Usman Janatin Pahlawan Nasional 17 Oktober 1968 Keppres No. 50/TK/1968
53 Harun bin Said (Thohir bin Mandar) Pahlawan Nasional 17 Oktober 1968 Keppres No. 50/TK/1968
54 Basuki Rahmat Pahlawan Nasional 9 November 1969 Keppres No. 10/TK/1969
55 Arie Frederik Lasut Pahlawan Nasional 20 Mei 1969 Keppres No. 12/TK/1969
56 Martha Christina Tiahahu Pahlawan Nasional 20 Mei 1969 Keppres No. 12/TK/1969[7]
57 Maria Walanda Maramis Pahlawan Nasional 20 Mei 1969 Keppres No. 12/TK/1969
58 Supeno Pahlawan Nasional 13 Juli 1970 Keppres No. 39/TK/1970
59 Ageng Tirtayasa Pahlawan Nasional 1 Agustus 1970 Keppres No. 45/TK/1970
60 Wage Roedolf Soepratman Pahlawan Nasional 20 Mei 1971 Keppres No. 16/TK/1971
61 Nyai Ahmad Dahlan Pahlawan Nasional 22 September 1971 Keppres No. 42/TK/1971
62 Zainal Mustafa Pahlawan Nasional 6 November 1972 Keppres No. 64/TK/1972
63 Hasanuddin Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 87/TK/1973
64 Pattimura Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 87/TK/1973
65 Diponegoro Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 87/TK/1973
66 Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 87/TK/1973
67 Teungku Chik di Tiro Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 87/TK/1973
68 Teuku Umar Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 87/TK/1973
69 Wahidin Soedirohoesodo Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 88/TK/1973
70 Oto Iskandar di Nata Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 88/TK/1973[8]
71 Robert Wolter Monginsidi Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 88/TK/1973
72 Mohammad Yamin Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 88/TK/1973
73 Yos Sudarso Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 88/TK/1973
74 Prof. Dr. Suharso Pahlawan Nasional 6 November 1973 Keppres No. 88/TK/1973
75 Abdulrachman Saleh Pahlawan Nasional 9 November 1974 Keppres No. 71/TK/1974
76 Agustinus Adisucipto Pahlawan Nasional 9 November 1974 Keppres No. 71/TK/1974
77 Teuku Nyak Arief Pahlawan Nasional 9 November 1974 Keppres No. 71/TK/1974[9]
78 Nyi Ageng Serang Pahlawan Nasional 13 Desember 1974 Keppres No. 84/TK/1974
79 Rasuna Said Pahlawan Nasional 13 Desember 1974 Keppres No. 84/TK/1974
80 Halim Perdanakusuma Pahlawan Nasional 9 Agustus 1975 Keppres No. 63/TK/1975
81 Iswahyudi Pahlawan Nasional 9 Agustus 1975 Keppres No. 63/TK/1975
82 I Gusti Ngurah Rai Pahlawan Nasional 9 Agustus 1975 Keppres No. 63/TK/1975
83 Suprijadi Pahlawan Nasional 9 Agustus 1975 Keppres No. 63/TK/1975
84 Agung Hanyokrokusumo Pahlawan Nasional 3 November 1975 Keppres No. 106/TK/1975
85 Untung Suropati Pahlawan Nasional 3 November 1975 Keppres No. 106/TK/1975
86 Amir Hamzah Pahlawan Nasional 3 November 1975 Keppres No. 106/TK/1975
87 Thaha Sjaifuddin Pahlawan Nasional 24 Oktober 1977 Keppres No. 79/TK/1977
88 Mahmud Badaruddin II Pahlawan Nasional 29 Oktober 1984 Keppres No. 63/TK/1984
89 Soekarno Pahlawan Proklamator
Pahlawan Nasional 23 Oktober 1986
7 November 2012 Keppres No. 81/TK/1986
Keppres No. 83/TK/2012[10][11]
90 Mohammad Hatta Pahlawan Proklamator
Pahlawan Nasional 23 Oktober 1986
7 November 2012 Keppres No. 81/TK/1986
Keppres No. 84/TK/2012[10][11]
91 Soeroso R.P Pahlawan Nasional 23 Oktober 1986 Keppres No. 81/TK/1986
92 Radin Inten II Pahlawan Nasional 23 Oktober 1986 Keppres No. 81/TK/1986
93 Mangkunegara I Pahlawan Nasional 17 Agustus 1988 Keppres No. 48/TK/1988
94 Hamengkubuwana IX Pahlawan Nasional 30 Juli 1990 Keppres No. 53/TK/1990
95 Iskandar Muda Pahlawan Nasional 14 September 1993 Keppres No. 77/TK/1993
96 I Gusti Ketut Jelantik Pahlawan Nasional 15 September 1993 Keppres No. 77/TK/1993
97 Frans Kaisiepo Pahlawan Nasional 14 September 1993 Keppres No. 77/TK/1993
98 Silas Papare Pahlawan Nasional 14 September 1993 Keppres No. 77/TK/1993
99 Marthen Indey Pahlawan Nasional 14 September 1993 Keppres No. 77/TK/1993
100 Nuku Muhammad Amiruddin Pahlawan Nasional 7 Agustus 1995 Keppres No. 71/TK/1995
101 Tuanku Tambusai Pahlawan Nasional 7 Agustus 1995 Keppres No. 71/TK/1995
102 Syech Yusuf Tajul Khalwati Pahlawan Nasional 7 Agustus 1995 Keppres No. 71/TK/1995
103 Siti Hartinah Pahlawan Nasional 30 Juli 1996 Keppres No. 60/TK/1996
104 Raja Haji Fisabilillah Pahlawan Nasional 11 Agustus 1997 Keppres No. 72/TK/1997
105 Adam Malik Pahlawan Nasional 6 November 1998 Keppres No. 107/TK/1998
106 Tjilik Riwut Pahlawan Nasional 6 November 1998 Keppres No. 108/TK/1998
107 La Madukelleng Pahlawan Nasional 6 November 1998 Keppres No. 109/TK/1998
108 Syarif Kasim II Pahlawan Nasional 6 November 1998 Keppres No. 109/TK/1998
109 Ilyas Yakoub Pahlawan Nasional 13 Agustus 1999 Keppres No. 74/TK/1999
110 Hazairin Pahlawan Nasional 13 Agustus 1999 Keppres No. 74/TK/1999
111 Abdul Kadir Pahlawan Nasional 13 November 1999 Keppres No. 114/TK/1999
112 Fatmawati Pahlawan Nasional 4 November 2000 Keppres No. 118/TK/2000
113 Ranggong Daeng Romo Pahlawan Nasional 3 November 2001 Keppres No. 109/TK/2001
114 Hasan Basry Pahlawan Nasional 3 November 2001 Keppres No. 110/TK/2001
115 Abdul Harris Nasution Pahlawan Nasional 6 November 2002 Keppres No. 73/TK/2002
116 Djatikoesoemo Pahlawan Nasional 6 November 2002 Keppres No. 73/TK/2002
117 Andi Djemma Pahlawan Nasional 6 November 2002 Keppres No. 73/TK/2002
118 Pong Tiku Pahlawan Nasional 6 November 2002 Keppres No. 73/TK/2002
119 Iwa Koesoemasoemantri Pahlawan Nasional 6 November 2002 Keppres No. 73/TK/2002
120 Nani Wartabone Pahlawan Nasional 6 November 2003 Keppres No. 85/TK/2003
121 Maskoen Soemadiredja Pahlawan Nasional 5 November 2004 Keppres No. 89/TK/2004
122 Andi Mappanyukki Pahlawan Nasional 5 November 2004 Keppres No. 89/TK/2004
123 Ali Haji Pahlawan Nasional 5 November 2004 Keppres No. 89/TK/2004
124 Achmad Rifai Pahlawan Nasional 5 November 2004 Keppres No. 89/TK/2004
125 Gatot Mangkoepradja Pahlawan Nasional 5 November 2004 Keppres No. 89/TK/2004
126 Ismail Marzuki Pahlawan Nasional 5 November 2004 Keppres No. 89/TK/2004
127 Kiras Bangun Pahlawan Nasional 7 November 2005 Keppres No. 82/TK/2005
128 Bagindo Azizchan Pahlawan Nasional 7 November 2005 Keppres No. 82/TK/2005
129 Andi Abdullah Bau Massepe Pahlawan Nasional 7 November 2005 Keppres No. 82/TK/2005
130 Teuku Mohammad Hasan Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
131 Tirto Adhi Soerjo Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
132 Noer Alie Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
133 Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
134 Opu Daeng Risadju Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
135 Izaak Huru Doko Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
136 Hamengkubuwana I Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
137 Andi Sultan Daeng Raja Pahlawan Nasional 3 November 2006 Keppres No. 85/TK/2006[12]
138 Adenan Kapau Gani Pahlawan Nasional 9 November 2007 Keppres No. 66/TK/2007[13]
139 Ida Anak Agung Gde Agung Pahlawan Nasional 9 November 2007 Keppres No. 66/TK/2007[13]
140 Moestopo Pahlawan Nasional 9 November 2007 Keppres No. 66/TK/2007[13]
141 Slamet Riyadi Pahlawan Nasional 9 November 2007 Keppres No. 66/TK/2007[13]
142 Muhammad Natsir Pahlawan Nasional 6 November 2008 Keppres No. 41/TK/2008[14]
143 Abdul Halim Pahlawan Nasional 6 November 2008 Keppres No. 41/TK/2008[14]
144 Sutomo Pahlawan Nasional 6 November 2008 Keppres No. 41/TK/2008[14]
145 Jahja Daniel Dharma Pahlawan Nasional 9 November 2009 Keppres No. 58/TK/2009[15]
146 Herman Johannes Pahlawan Nasional 9 November 2009 Keppres No. 58/TK/2009[15]
147 Achmad Subardjo Pahlawan Nasional 9 November 2009 Keppres No. 58/TK/2009[15]
148 Johanes Leimena Pahlawan Nasional 11 November 2010 Keppres No. 52/TK/2010[16]
149 Johannes Abraham Dimara Pahlawan Nasional 11 November 2010 Keppres No. 52/TK/2010[16]
150 Syafruddin Prawiranegara Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
151 Idham Chalid Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
152 Haji Abdul Malik Karim Amrullah Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
153 Ki Sarmidi Mangunsarkoro Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
154 I Gusti Ketut Pudja Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
155 Pakubuwana X Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
156 Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono Pahlawan Nasional 7 November 2011 Keppres No. 113/TK/2011[17]
157 Radjiman Wedyodiningrat Pahlawan Nasional 6 November 2013 Keppres No. 68/TK/2013[18]
158 Lambertus Nicodemus Palar Pahlawan Nasional 6 November 2013 Keppres No. 68/TK/2013[18]
159 Tahi Bonar Simatupang Pahlawan Nasional 6 November 2013 Keppres No. 68/TK/2013[18]

