RSS
Tampilkan postingan dengan label Malas's Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malas's Religion. Tampilkan semua postingan

Asmaul Husna

1. Ar-Rahman The One who has plenty of mercy for the believers and the blasphemers in this world and especially for the believers in the hereafter. (The Most Merciful) 2. Ar-Rahim The One who has plenty of mercy for the believers. The most Compassionate 3. Al-Malik The One with the complete Dominion, the One Whose Dominion is clear from imperfection. The King, the Monarch 4. Al-Quddus The One who is pure from any imperfection and clear from children and adversaries. The Holy one 5. As-Salam The One who is free from every imperfection. The Peace, The Tranquility 6. Al-Mu'min The One who witnessed for Himself that no one is God but Him. And He witnessed for His believers that they are truthful in their belief that no one is God but Him. The One with Faith The Faithful, The Trusted 7. Al-Muhaymin The One who witnesses the saying and deeds of His creatures. The Protector The vigilant, the controller. 8. Al-'Aziz The Defeater who is not defeated. The Mighty,The Almighty, the powerful 9. Al-Jabbar The One that nothing happens in His Dominion except that which He willed. The all Compelling 10. Al-Mutakabbir The One who is clear from the attributes of the creatures and from resembling them. The Haughty, the Majestic The Imperious. Keterangan Tulisan: No Nama Arti Antara lain terdapat dalam 1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3 2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3 3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11 4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1 5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23 6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23 7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23 8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62 9 al-Jabbaar Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari Al-Hasyr: 23 10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23 11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16 12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24 13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24 14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235 15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16 16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8 17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58 18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26 19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29 20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245 21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26 22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi 23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83 24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26 25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26 26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1 27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4 28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48 29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115 30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14 31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18 32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235 33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4 34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89 35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30 36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34 37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9 38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57 39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85 40 al-Hasiib Yang Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6 41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27 42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40 43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52 44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61 45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268 46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18 47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14 48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15 49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52 50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117 51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114 52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102 53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52 54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58 55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45 56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131 57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94 58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13 59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27 60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50 61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68 62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111 63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11 64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8 65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73 66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133 67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1 68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2 69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20 70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42 71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28 72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42 73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3 74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3 75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3 76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3 77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11 78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9 79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28 80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16 81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22 82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99 83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207 84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26 85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27 86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47 87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26 88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267 89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48 90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi 91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17 92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11 93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35 94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54 95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117 96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73 97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23 98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10 99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar from rafedramzi.blogspot.com

Ibu

Seorang bayi menangis, meraung-raung mencari Ibunya. Ibu yang disayanginya. Satu-satunya keluarga yang Ia punya. Ia terus menangis sampai sorot matanya menangkap sebuah titik yang mendung. Ya, itu Ibunya. Ia mendatangi Ibunya, mencoba mengamati Ibunya. Akhirnya Ia memutuskan untuk menunggu Ibunya tepat di sebelahnya, di atas kepalanya. Entah darimana Ia mengusir kepanikannya. Ia bak disihir menjadi seorang yang bisu, Ia pun menghentikan tangisnya. Yang ada dipikirannya hanya satu, tak perduli lelahnya dia, sakitnya dia, berapapun lamanya Ia menunggu, Ia akan tetap menunggu di samping Ibu. Ibu yang telah melahirkannya ke dunia ini. Dunia yang indah untuk kita namun terlalu pelik untuknya. Terlalu hedonism untuk kita, namun terlalu asing untuknya. Ia baru berumur tiga tahunan. Wajah lucunya masih tergambar dengan jelas, wajah tanpa dosanya, wajah kepolosan yang menggambarkan betapa tulus Ia menunggu Ibunya bangun. Merah darah di wajahnya masih tergambar jelas dan begitu segar. Sungguh, itu adalah luka yang menyakitkan, sangat perih bagi batita seusianya. Namun Ia menegarkan dirinya demi Ibu. Dialah anak laki-laki yang terlahir sebagai pemberani. Ialah pelindung Ibunya di masa depan.
Belum sempat melaksanakan tugasnya sebagai pelindung Ibunya, Ibunya telah pergi. Ibunya telah berpulang, telah melayang bersama roh-roh lain yang bersiap ditanyai empat pertanyaan dasar setelah meninggal. Bayi ini bahkan tidak tahu apa itu kematian, Ia hanya tahu Ia punya Ibu, satu-satunya orang yang bisa Ia mintai gendong ketika Ia lelah berlari menghindari banyak serangan udara yang terlalu picik. Ibu yang selalu menemaninya selama tiga tahun hidupnya. Masyaallah, betapa setia Ibu. Ibu, kenapa kesetiaanmu harus Kau gadai sekarang? Aku masih sangat membutuhkanmu Ibu! Aku masih ingin Kau peluk dan berbaring dalam dekapanmu. Aku ingin tertidur lelap dalam setiap sejarah para nabi yang setiap malamnya selalu Kau putar. Rasulullah Muhammad SAW yang selalu Kau ceritakan penuh kharisma, membuatku mencintainya dengan penuh selama tiga tahun ini. Lantas siapa yang akan memberiku pengetahuan lebih dalam tentang rosulku? SIAPA IBU? SIAPA! Aku tidak pernah tahu kapan nyawaku diambil. Kuharap kita akan bertemu di kekekalan dunia hakiki itu Ibu. Aku akan tetap menunggu di sampingmu, sampai lelah membebani punggungku, Kan kutahan air mataku demi Ibu, agar Ibu kembali untuk menghentikan tangisan batinku. Ibu, kembalilah! Ibu, aku menyayangimu, mengapa tak Kau tunggu aku? Aku akan membuatkanmu puisi setiap harinya Ibu. Aku akan merawatmu ketika Kau tak mampu Ibu. Ibu … Kembalilah!

FREE PALESTINE!

Kenapa mengambil tema Free Palestine? Ya, karena perang yang tidak jelas kapan akan berakhir ini kembali sering diberitakan di banyak media masa. Tapi, bukan berarti kita akan menggosipkan Israel atau Palestina. Disini saya akan mengajak anda untuk membuka sedikit saja celah di hati anda, bahwa ada loh saudara seiman kita yang separah ini hidupnya. Well, mulai dari hal kecil yang paling dasar, salat. Salat (EYD dari sholat) adalah tiang agama kita. Tanpanya agama kita akan lumpuh dan lemah. Saya rasa rakyat Palestina benar-benar paham tentang apa pentingnya salat. Salat adalah hal pertama yang akan dihisab (dipertanggungjawabkan) di akhirat nantinya. Sebuah penentu apakah kita seseorang yang rajin, telaten, disiplin, ataupun merasakan butuh terhadap kewajiban yang satu ini sendiri.
Disana, mereka salat dengan beralaskan tanah. Disini kita salat dengan beralaskan sajadah yang suci. Disana, mereka salat dengan suasana menegangkan juga menakutkan. Disini, kita salat dengan suasana aman dan tentram. Lantas, MENGAPA KITA DISINI SERING “MELALAIKAN” SALAT? Dengan sengaja kita tinggalkan salat, kebutuhan mendasar kita. Bagaikan nasi bagi seorang kelaparan. Bagai air bagi seorang yang dehidrasi. Bak hangatnya dekapan bagi orang hipotermia. Karena kantuk kita, karena pekerjaan kita, karena segala macam perkara duniawi kita tinggal salat kita begitu saja! Tanpa penyesalan secuil kecil pun? Tanpa pernah berpikir bahwa saudara kita di Gaza, Palestina masih tegar mendirikan salat jamaah. Coba buka mata hati anda! Coba buka segala hal yang membatasi nurani anda! Coba tinggalkan segala keegoisan anda sejenak, sejenak saja! Cobalah Saudara seimanku, Allah SWT bukanlah Tuhan yang buta. Allah selalu melihat apa yang kita kerjakan. Allah selalu menjadi pengingat terbaik akan segala kesalahan kita. Baik dengan sekedar teguran dengan sentilan musibah kecil, atau bahkan tamparan dengan adzab besar duniawinya. Summanaudzubillah, semoga kita berada pada golongan orang sholeh yang dapat dipercaya. Aamiin Ya Robbal Alamin …