Tampilkan postingan dengan label Malas's Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malas's Religion. Tampilkan semua postingan
Asmaul Husna
Diposting oleh
Murid Malas
on Jumat, 15 November 2013
Label:
Malas's Religion
/
Comments: (0)
1. Ar-Rahman
The One who has plenty of mercy for the believers and the blasphemers in this world and especially for the believers in the hereafter. (The Most Merciful)
2. Ar-Rahim
The One who has plenty of mercy for the believers.
The most Compassionate
3. Al-Malik
The One with the complete Dominion, the One Whose Dominion is clear from imperfection.
The King, the Monarch
4. Al-Quddus
The One who is pure from any imperfection and clear from children and adversaries.
The Holy one
5. As-Salam
The One who is free from every imperfection.
The Peace, The Tranquility
6. Al-Mu'min
The One who witnessed for Himself that no one is God but Him. And He witnessed for His believers that they are truthful in their belief that no one is God but Him.
The One with Faith
The Faithful, The Trusted
7. Al-Muhaymin
The One who witnesses the saying and deeds of His creatures.
The Protector
The vigilant, the controller.
8. Al-'Aziz
The Defeater who is not defeated.
The Mighty,The Almighty, the powerful
9. Al-Jabbar
The One that nothing happens in His Dominion except that which He willed.
The all Compelling
10. Al-Mutakabbir
The One who is clear from the attributes of the creatures and from resembling them.
The Haughty, the Majestic
The Imperious.
Keterangan Tulisan:
No
Nama
Arti
Antara lain
terdapat dalam
1
ar-Rahmaan
Yang Maha Pemurah
Al-Faatihah: 3
2
ar-Rahiim
Yang Maha Pengasih
Al-Faatihah: 3
3
al-Malik
Maha Raja
Al-Mu'minuun: 11
4
al-Qudduus
Maha Suci
Al-Jumu'ah: 1
5
as-Salaam
Maha Sejahtera
Al-Hasyr: 23
6
al-Mu'min
Yang Maha Terpercaya
Al-Hasyr: 23
7
al-Muhaimin
Yang Maha Memelihara
Al-Hasyr: 23
8
al-'Aziiz
Yang Maha Perkasa
Aali 'Imran: 62
9
al-Jabbaar
Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari
Al-Hasyr: 23
10
al-Mutakabbir
Yang Memiliki Kebesaran
Al-Hasyr: 23
11
al-Khaaliq
Yang Maha Pencipta
Ar-Ra'd: 16
12
al-Baari'
Yang Mengadakan dari Tiada
Al-Hasyr: 24
13
al-Mushawwir
Yang Membuat Bentuk
Al-Hasyr: 24
14
al-Ghaffaar
Yang Maha Pengampun
Al-Baqarah: 235
15
al-Qahhaar
Yang Maha Perkasa
Ar-Ra'd: 16
16
al-Wahhaab
Yang Maha Pemberi
Aali 'Imran: 8
17
ar-Razzaq
Yang Maha Pemberi Rezki
Adz-Dzaariyaat: 58
18
al-Fattaah
Yang Maha Membuka (Hati)
Sabaa': 26
19
al-'Aliim
Yang Maha Mengetahui
Al-Baqarah: 29
20
al-Qaabidh
Yang Maha Pengendali
Al-Baqarah: 245
21
al-Baasith
Yang Maha Melapangkan
Ar-Ra'd: 26
22
al-Khaafidh
Yang Merendahkan
Hadits at-Tirmizi
23
ar-Raafi'
Yang Meninggikan
Al-An'aam: 83
24
al-Mu'izz
Yang Maha Terhormat
Aali 'Imran: 26
25
al-Mudzdzill
Yang Maha Menghinakan
Aali 'Imran: 26
26
as-Samii'
Yang Maha Mendengar
Al-Israa': 1
27
al-Bashiir
Yang Maha Melihat
Al-Hadiid: 4
28
al-Hakam
Yang Memutuskan Hukum
Al-Mu'min: 48
29
al-'Adl
Yang Maha Adil
Al-An'aam: 115
30
al-Lathiif
Yang Maha Lembut
Al-Mulk: 14
31
al-Khabiir
Yang Maha Mengetahui
Al-An'aam: 18
32
al-Haliim
Yang Maha Penyantun
Al-Baqarah: 235
33
al-'Azhiim
Yang Maha Agung
Asy-Syuura: 4
34
al-Ghafuur
Yang Maha Pengampun
Aali 'Imran: 89
35
asy-Syakuur
Yang Menerima Syukur
Faathir: 30
36
al-'Aliyy
Yang Maha Tinggi
An-Nisaa': 34
37
al-Kabiir
Yang Maha Besar
Ar-Ra'd: 9
38
al-Hafiizh
Yang Maha Penjaga
Huud: 57
39
al-Muqiit
Yang Maha Pemelihara
An-Nisaa': 85
40
al-Hasiib
Yang Maha Pembuat Perhitungan
An-Nisaa': 6
41
al-Jaliil
Yang Maha Luhur
Ar-Rahmaan: 27
42
al-Kariim
Yang Maha Mulia
An-Naml: 40
43
ar-Raqiib
Yang Maha Mengawasi
Al-Ahzaab: 52
44
al-Mujiib
Yang Maha Mengabulkan
Huud: 61
45
al-Waasi'
Yang Maha Luas
Al-Baqarah: 268
46
al-Hakiim
Yang Maha Bijaksana
Al-An'aam: 18
47
al-Waduud
Yang Maha Mengasihi
Al-Buruuj: 14
48
al-Majiid
Yang Maha Mulia
Al-Buruuj: 15
49
al-Baa'its
Yang Membangkitkan
Yaasiin: 52
50
asy-Syahiid
Yang Maha Menyaksikan
Al-Maaidah: 117
51
al-Haqq
Yang Maha Benar
Thaahaa: 114
52
al-Wakiil
Yang Maha Pemelihara
Al-An'aam: 102
53
al-Qawiyy
Yang Maha Kuat
Al-Anfaal: 52
54
al-Matiin
Yang Maha Kokoh
Adz-Dzaariyaat: 58
55
al-Waliyy
Yang Maha Melindungi
An-Nisaa': 45
56
al-Hamiid
Yang Maha Terpuji
An-Nisaa': 131
57
al-Muhshi
Yang Maha Menghitung
Maryam: 94
58
al-Mubdi'
Yang Maha Memulai
Al-Buruuj: 13
59
al-Mu'id
Yang Maha Mengembalikan
Ar-Ruum: 27
60
al-Muhyi
Yang Maha Menghidupkan
Ar-Ruum: 50
61
al-Mumiit
Yang Maha Mematikan
Al-Mu'min: 68
62
al-Hayy
Yang Maha Hidup
Thaahaa: 111
63
al-Qayyuum
Yang Maha Mandiri
Thaahaa: 11
64
al-Waajid
Yang Maha Menemukan
Adh-Dhuhaa: 6-8
65
al-Maajid
Yang Maha Mulia
Huud: 73
66
al-Waahid
Yang Maha Tunggal
Al-Baqarah: 133
67
al-Ahad
Yang Maha Esa
Al-Ikhlaas: 1
68
ash-Shamad
Yang Maha Dibutuhkan
Al-Ikhlaas: 2
69
al-Qaadir
Yang Maha Kuat
Al-Baqarah: 20
70
al-Muqtadir
Yang Maha Berkuasa
Al-Qamar: 42
71
al-Muqqadim
Yang Maha Mendahulukan
Qaaf: 28
72
al-Mu'akhkhir
Yang Maha Mengakhirkan
Ibraahiim: 42
73
al-Awwal
Yang Maha Permulaan
Al-Hadiid: 3
74
al-Aakhir
Yang Maha Akhir
Al-Hadiid: 3
75
azh-Zhaahir
Yang Maha Nyata
Al-Hadiid: 3
76
al-Baathin
Yang Maha Gaib
Al-Hadiid: 3
77
al-Waalii
Yang Maha Memerintah
Ar-Ra'd: 11
78
al-Muta'aalii
Yang Maha Tinggi
Ar-Ra'd: 9
79
al-Barr
Yang Maha Dermawan
Ath-Thuur: 28
80
at-Tawwaab
Yang Maha Penerima Taubat
An-Nisaa': 16
81
al-Muntaqim
Yang Maha Penyiksa
As-Sajdah: 22
82
al-'Afuww
Yang Maha Pemaaf
An-Nisaa': 99
83
ar-Ra'uuf
Yang Maha Pengasih
Al-Baqarah: 207
84
Maalik al-Mulk
Yang Mempunyai Kerajaan
Aali 'Imran: 26
85
Zuljalaal wa al-'Ikraam
Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan
Ar-Rahmaan: 27
86
al-Muqsith
Yang Maha Adil
An-Nuur: 47
87
al-Jaami'
Yang Maha Pengumpul
Sabaa': 26
88
al-Ghaniyy
Yang Maha Kaya
Al-Baqarah: 267
89
al-Mughnii
Yang Maha Mencukupi
An-Najm: 48
90
al-Maani'
Yang Maha Mencegah
Hadits at-Tirmizi
91
adh-Dhaarr
Yang Maha Pemberi Derita
Al-An'aam: 17
92
an-Naafi'
Yang Maha Pemberi Manfaat
Al-Fath: 11
93
an-Nuur
Yang Maha Bercahaya
An-Nuur: 35
94
al-Haadii
Yang Maha Pemberi Petunjuk
Al-Hajj: 54
95
al-Badii'
Yang Maha Pencipta
Al-Baqarah: 117
96
al-Baaqii
Yang Maha Kekal
Thaahaa: 73
97
al-Waarits
Yang Maha Mewarisi
Al-Hijr: 23
98
ar-Rasyiid
Yang Maha Pandai
Al-Jin: 10
99
ash-Shabuur
Yang Maha Sabar
from rafedramzi.blogspot.com
Ibu
Diposting oleh
Murid Malas
Label:
Malas's Religion
/
Comments: (0)
Seorang bayi menangis, meraung-raung mencari Ibunya. Ibu yang disayanginya. Satu-satunya keluarga yang Ia punya.
Ia terus menangis sampai sorot matanya menangkap sebuah titik yang mendung. Ya, itu Ibunya.
Ia mendatangi Ibunya, mencoba mengamati Ibunya. Akhirnya Ia memutuskan untuk menunggu Ibunya tepat di sebelahnya, di atas kepalanya.
Entah darimana Ia mengusir kepanikannya. Ia bak disihir menjadi seorang yang bisu, Ia pun menghentikan tangisnya. Yang ada dipikirannya hanya satu, tak perduli lelahnya dia, sakitnya dia, berapapun lamanya Ia menunggu, Ia akan tetap menunggu di samping Ibu.
Ibu yang telah melahirkannya ke dunia ini. Dunia yang indah untuk kita namun terlalu pelik untuknya. Terlalu hedonism untuk kita, namun terlalu asing untuknya.
Ia baru berumur tiga tahunan. Wajah lucunya masih tergambar dengan jelas, wajah tanpa dosanya, wajah kepolosan yang menggambarkan betapa tulus Ia menunggu Ibunya bangun.
Merah darah di wajahnya masih tergambar jelas dan begitu segar. Sungguh, itu adalah luka yang menyakitkan, sangat perih bagi batita seusianya. Namun Ia menegarkan dirinya demi Ibu.
Dialah anak laki-laki yang terlahir sebagai pemberani. Ialah pelindung Ibunya di masa depan.
Belum sempat melaksanakan tugasnya sebagai pelindung Ibunya, Ibunya telah pergi. Ibunya telah berpulang, telah melayang bersama roh-roh lain yang bersiap ditanyai empat pertanyaan dasar setelah meninggal.
Bayi ini bahkan tidak tahu apa itu kematian, Ia hanya tahu Ia punya Ibu, satu-satunya orang yang bisa Ia mintai gendong ketika Ia lelah berlari menghindari banyak serangan udara yang terlalu picik.
Ibu yang selalu menemaninya selama tiga tahun hidupnya. Masyaallah, betapa setia Ibu. Ibu, kenapa kesetiaanmu harus Kau gadai sekarang? Aku masih sangat membutuhkanmu Ibu! Aku masih ingin Kau peluk dan berbaring dalam dekapanmu.
Aku ingin tertidur lelap dalam setiap sejarah para nabi yang setiap malamnya selalu Kau putar. Rasulullah Muhammad SAW yang selalu Kau ceritakan penuh kharisma, membuatku mencintainya dengan penuh selama tiga tahun ini. Lantas siapa yang akan memberiku pengetahuan lebih dalam tentang rosulku? SIAPA IBU? SIAPA!
Aku tidak pernah tahu kapan nyawaku diambil. Kuharap kita akan bertemu di kekekalan dunia hakiki itu Ibu. Aku akan tetap menunggu di sampingmu, sampai lelah membebani punggungku, Kan kutahan air mataku demi Ibu, agar Ibu kembali untuk menghentikan tangisan batinku.
Ibu, kembalilah!
Ibu, aku menyayangimu, mengapa tak Kau tunggu aku? Aku akan membuatkanmu puisi setiap harinya Ibu. Aku akan merawatmu ketika Kau tak mampu Ibu.
Ibu …
Kembalilah!
FREE PALESTINE!
Diposting oleh
Murid Malas
Label:
Malas's Religion
/
Comments: (0)
Kenapa mengambil tema Free Palestine?
Ya, karena perang yang tidak jelas kapan akan berakhir ini kembali sering diberitakan di banyak media masa. Tapi, bukan berarti kita akan menggosipkan Israel atau Palestina. Disini saya akan mengajak anda untuk membuka sedikit saja celah di hati anda, bahwa ada loh saudara seiman kita yang separah ini hidupnya.
Well, mulai dari hal kecil yang paling dasar, salat. Salat (EYD dari sholat) adalah tiang agama kita. Tanpanya agama kita akan lumpuh dan lemah. Saya rasa rakyat Palestina benar-benar paham tentang apa pentingnya salat.
Salat adalah hal pertama yang akan dihisab (dipertanggungjawabkan) di akhirat nantinya. Sebuah penentu apakah kita seseorang yang rajin, telaten, disiplin, ataupun merasakan butuh terhadap kewajiban yang satu ini sendiri.
Disana, mereka salat dengan beralaskan tanah. Disini kita salat dengan beralaskan sajadah yang suci.
Disana, mereka salat dengan suasana menegangkan juga menakutkan. Disini, kita salat dengan suasana aman dan tentram.
Lantas, MENGAPA KITA DISINI SERING “MELALAIKAN” SALAT?
Dengan sengaja kita tinggalkan salat, kebutuhan mendasar kita. Bagaikan nasi bagi seorang kelaparan. Bagai air bagi seorang yang dehidrasi. Bak hangatnya dekapan bagi orang hipotermia.
Karena kantuk kita, karena pekerjaan kita, karena segala macam perkara duniawi kita tinggal salat kita begitu saja! Tanpa penyesalan secuil kecil pun? Tanpa pernah berpikir bahwa saudara kita di Gaza, Palestina masih tegar mendirikan salat jamaah.
Coba buka mata hati anda!
Coba buka segala hal yang membatasi nurani anda!
Coba tinggalkan segala keegoisan anda sejenak, sejenak saja!
Cobalah Saudara seimanku, Allah SWT bukanlah Tuhan yang buta. Allah selalu melihat apa yang kita kerjakan. Allah selalu menjadi pengingat terbaik akan segala kesalahan kita. Baik dengan sekedar teguran dengan sentilan musibah kecil, atau bahkan tamparan dengan adzab besar duniawinya.
Summanaudzubillah, semoga kita berada pada golongan orang sholeh yang dapat dipercaya.
Aamiin Ya Robbal Alamin …





