RSS
Tampilkan postingan dengan label Malas's Written. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malas's Written. Tampilkan semua postingan

Dag Dig Dug

It's a beautiful day :) Hari ini sebenarnya ada dua ulangan harian. Karena aku anak exact / IPA, sebel juga sih kalau uh dobel ya kemungkinan besar dua-duanya pelajaran exact. Bayangin deh, betapa botaknya kepala kita kalau semalam belajar dua pelajaran yang bener-bener bikin galau. Tapi setelah uh matematika, taraa Pak Kamal datang tanpa membawa soal. What a surprise! haha kita yang sudah penat, langsung deh jadi riang. singakat cerita istirahat kedua datang dan para pelajar mengisi perutnya di kantin. hihi kasihan banget kelaparan. Ini nih yang paling heboh. Jam terakhirnya jam biologi. Kali ini kita praktik tes golongan darah. Nah aku yang bagian naruh darah si kelinci eh maksudnya temanku di wadah, dan bantuin ngaduk darahnya pas sudah dikasih larutan anti A, anti B dan anti AB. Gila panas banget, yang pengen di tes golongan darah banyak juga. Pas anti B nya mau habis, eh dia mau tes juga! Dia ... iya dia yang absennya depan aku. wkwk aku nggak nyangkah banget. Otomatis ya pegangan tangan, tapi kalau aku mundur nggak mungkin dong. Masa yang lain, cowok cewek ok, masa pas giliran dia aku kabur? ok deh, lets do it! Anak-anak dengan semangat 45 langsung deh teriak-teriak nggak jelas. Malu bangeeet, apalagi darahnya nggak bisa keluar banyak. Iyalah, aku nggak nekan jarinya kuat-kuat. Aduh, jarinya langsung diambil dari tanganku, dia tekan sendiri dan keluar darahnya banyak. Lagi, anak-anak bilang aku nggak mau nyakitin dia. Apaan sih, enggak tahu. Aku cuma nggak nyaman aja lagi rada linglung, rada dongdong. hihihi rada dag dig dug gitu disini. *sambil nunjuk dada ^^

USAHA (E-Class)

Ternyata untuk membuat sebuah kripik tidak semudah yang aku bayangkan. Sebenarnya udah ngikutin perintah resep, tapi hasilnya tetep nggak bagus. Untuk dokumentasi? belum dulu deh masih gatot. Membuat bussiness plan adalah hal wajib yang harus dilakukan anak-anak E-class SMA Negeri 2 Lamongan. E-class itu kependekan dari Enterpreneur class, kelas wirausaha. Untuk 30 orang yang lolos seleksi, biaya ditanggung sekolah, tapi untuk yang tidak lolos jangan khawatir, kalian bisa ikutan master class dan biayanya nggak mahal-mahal banget kok, Rp350.000,00 untuk 10 pertemuan. Nah bussiness planku kali ini "Cushy Bananapeel" Banana peel = kulit pisang. Aku akan membuat kripik manis dari kulit pisang. Kelihatannya sih simple ya, tapi untuk pelaksanaannya cukup susah. Apalagi untuk orang yang awam di bidang masak memasak. Tapi jangan putus asa guys! Seedpa yang dapat medali perak nasional itu nggak pernah yang namanya putus asa. Mie pertama mereka? jelek sekali, belum berdaya jual. Tapi dengan usaha mereka mie itu akhirnya bisa memenangkan berbagai kejuaraan yang mereka ikuti. Keren banget kan guys? Aku juga berharap produk yang aku buat bisa punya nasib yang sebaik seedpa Aamiin aamiin Ya Rabbal alamin ;)

MySweet17

17 tahunku kemarin, 3 November 2013. Orangtuaku bertengkar lagi, perang dingin, karena hal kecil yang lagi-lagi sama. Hari itu aku sadar, persoalaan rumah tangga orangtuaku memang rumit. Aku sempat sedih kurang lebih seminggu. Mungkin anak-anak pikir aku sedih karena anak yang aku taksir, tapi enggaklah. Aku punya masalah yang lebih rumit dari itu. Sejak TK aku sudah tahu bagaimana ayahku, baik dan buruknya. Sempat mereka berdua ingin bercerai, karena orang ketiga. Aku yang masih bodoh tidak benar-benar mengerti masalah ini. Aku dibawa kabur ayahku, dan keluarga ibu mencoba mengambilku. Tapi aku tidak benar-benar tahu apa yang terjadi. Setiap orang mengharap kado yang indah di hari ulangtahunnya. Tapi apa salahnya dengan kado seperti ini? Aku bisa mengambil hikmah, meskipun aku sangat menyayangi ayahku ... Aku tidak akan mencari suami sepertinya. Aku tidak ingin terjebak seperti Ibu. Aku hanya ingin dicintai dengan tulus, bukan karena sesuatu yang bahkan aku sendiri muak untuk mendengarnya. Mungkin suatu saat orangtuaku akan berpisah, tapi aku harap bukan karena sebuah perceraian. Tapi karena maut yang memisahkan mereka. Berikanlah kekuatan dari setiap individu untuk berubah, dan memperbaiki hidupnya Tuhan.

AKU

Ini masa kecilku, baju muslimah warna kuning dengan setelan sandal pink *OMG Di belakangnya ada mobil mewah warna putih, ini mobilku, mobil masa depan maksudnya wkwk Itu baju baru loh, baru saja dibelikan Ibu karena Ibu mau wisuda diploma III kebidanan di Surabaya. Itu loh yang nanti di belakang namanya ada gelar “Amd, Keb” yang kepanjangannya ahli madya Kebidanan. Bedanya sama Amd, Kep itu di satu huruf paling belakang. Kalau bidan b, kalau perawat p. Faham sayang? *uhuk jadi ingat Bu Sayang Ok, Ibuku emang sudah tua waktu itu. 6 tahun, kurang lebih umurku segitu, sedangkan Ibu 30 tahunan. Satu hal yang secara samar selalu diajarkan Ibu adalah pendidikan dan kasih sayang kepada sesama. Ya, tentunya pendidikan sangatlah penting. Tholabulilmi faridhotan alakullimuslimin walmuslimath, menuntut ilmu itu wajib hukumnya. Satu dasar yang sepertinya selalu diyakini Ibu.
Ibuku cantik ya? Kelak aku akan menjadi sepertinya. Aamiin Mungkin orang berpikir tentang biaya yang mahal, dll. Ternyata tidak! Semua tergantung pada niat masing-masing pribadi. Kami bukanlah orang yang kaya, tapi nenekku punya lumayan persediaan sawah. Yaa untuk makan seminggu cukuplah hehe. Rezeki itu datang, seminggu atau sebulan sebelum hari pembayaran terakhir. Tiba-tiba nenekku menawari Ibu uangnya untuk membayar biaya tersebut. Alhamdulillah, rezeki itu memang sudah diatur oleh Allah, jadi jangan pernah takut untuk mengambil keputusan. Apapun yang Kau lakukan pasti beresiko. Ok?

Harta Atau Nyawa?

Kalimat yang sangat familiar di telinga kita kan? Tetapi disini saya akan membahas / menceritakan sesuatu yang berbeda dari kalimat “Harta atau nyawa?” Seseorang Ibu yang sudah mendapat discount kehidupan sekitar 10-20 tahunan hidup dengan penuh kebahagiaan. Meskipun 48 tahunnya di lalui sebagai pembantu, tetapi kata pembantu disini berbeda sekali dengan kenyataannya. Seorang pria kaya yang beragama non muslim adalah majikannya. Karena Ia sudah bekerja disana hampir 50 tahun, Pak Tores menganngapnya seperti Ibunya sendiri, juga nenek bagi putra-putrinya. Ibu tua ini menjadi baby siter ketika anak-anak Pak Tores ini masih kecil. Tentunya sedikit/banyak pengaruh baby siter juga berpengaruh terhadap kepribadian bayi tersebut –anak-anak Pak Tores. Pada suatu hari Ibu tua ini jatuh, karena kondisinya yang sudah tua dan berbagai penyakit yang sudah beredar dalam tubuhnya, Ia terkena struk. Tentunya Pak Tores tidak mungkin merawatnya, sekaya apapun dia. Jelas-jelas Ibu tua ini masih mempunyai keluarga. Jadi, dengan hartanya yang banyak Pak Tores membantu pembiayaan pengobatan ibu tua ini sekitar dua juta per bulan. Dua juta per bulan adalah gaji yang biasanya diterima ibu tua ini. Namun dengan niat membantu, meskipun ibu tua ini sebagian tubuhnya telah mati dan tidak dapat bekerja Pak Tores masih menggajinya. Bukan hanya Pak Tores sendiri yang melakukan kebaikan ini, anaknya yang sudah sukses di Australia juga sering mengirim uang dua sampai empat juta. Sungguh, betapa mulianya orang-orang kaya ini. Ibu tua ini hanya mempunyai satu anak, satu anak yang berpendidikan cukup tinggi namun bermoral cukup rendah. Bahkan sepanjang hidup Ibu tua ini, dia tidak pernah sedikitpun membahagiakan Ibunya. Contohnya saja, Ia bekerja di salah satu bank ternama di Indoneesia, tetapi Ia dengan tidak bermoralnya mengkorupsi uang dari bank tersebut. Bukan hanya di pecat, Ia pun beberapa kali mampir di Koran daerah, bahkan pernah di Koran provinsi. Betapa hancur hati ibu tua ini! Bahkan untuk mendidik anaknya sendiri Ia gagal! Setelah Ia harus lumpuh, anaknya memang benar-benar “baik” kepadanya. Memang anaknya merawat Ibu tua ini saat di RS, saat malam hari karena saudara ibu tua ini sudah tua dan tidak mungkin menjaga kakaknya 24 jam penuh. Selain itu, tentunya ini kewajiban seorang anak bukan? Seminggu berlalu, akhirnya ibu tua ini diizinkan pulang karena kondisinya membaik. Karena keluarga sudah mengerti kepribadian anaknya, pihak keluarga tidak tega jika ibu tua ini harus dirawat anaknya. Namun karena tiap bulannya Ibu tua ini masih memiliki beberapa receh uang dari keluarga Pak Tores, anaknya dengan “sopan” pun meminta untuk merawat Ibunya di rumahnya. Perdebatan yang sengit terjadi pagi itu, saya masih ingat betul bagaimana suara nenek saya –adik dari ibu tua itu berteriak begitu melengking. Mengusir anak tak bermoral itu, tentunya ini wajar, ini rumah nenekku dan siapapun tamu yang menginjakkan kakinya di rumah ini dengan “sopan” boleh-boleh saja Ia keluarkan seenaknya. Toh, kesopanannya menggangu banyak orang disini, bahkan Ia membangunkan saya dengan tidak pantas karena celaannya terhadap nenek dan keluarga ini. Singkat cerita Ibu tua itu benar-benar dibawa secara paksa oleh anaknya. Namun beberapa bulan berselang, Ibu ini meminta untuk kembali dalam dekapan Nenek. Akhirnya keluarga kami menyusul Ibu tua itu di rumah anaknya. Tubuhnya yang awalnya besar, kini bahkan tinggal tulang dan kulit yang membungkusnya. Masya allah, aku bahkan hampir tidak mengenali ibu tua ini. Benar-benar mengenaskan! Hanya dua bulan Ia diasuh anaknya, dan … Tiap harinya Ibu tua ini muntah-muntah, lambungnya terluka karena tidak makan secara teratur. Tuhan, anak mana yang tega melihat Ibunya seperti ini?

Percaya tidak? Hewan jauh lebih pintar dari Manusia loh!

Pernahkah kalian berfikir? Meskipun hewan derajatnya jauh lebih rendah dari kita, tapi sebenarnya hewan jauh lebih cerdas dari manusia jaman sekarang loh! Mau tahu alasannya? :D Meskipun hewan derajatnya jauh lebih rendah dari kita, tapi sebenarnya hewan jauh lebih cerdas dari manusia jaman sekarang loh. Mau tahu alasannya? Dalam observasiku, aku mengambil kesimpulan bahwa hewan jauh lebih pintar daripada manusia. Dari mananya coba? Pasti kalian berfikir seperti itu. Kita hidup dengan pembagian-pembagian yang banyak dan rumit. Maksud pembagian adalah ada beberapa bidang yang membagi hidup kita. Kali ini aku akan berbicara tentang bidang yang penting dalam hidup. Kau tahu apa itu? Ya, kesehatan. Kesehatan adalah bidang/faktor yang penting menurutku. Terus apa hubungannya kesehatan sama judul artikel ini coba? Sabar bos, nih aku jelasin maksud aku lebih jauh. Kita hidup dengan banyak pilihan. Pilihan untuk menjadi baik, atau buruk. Memperbaiki, atau merusak. Menyayangi atau membenci, dan banyak pilihan-pilhan lain yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu. Tentunya di bidang kesehatan kita pun memiliki pilihan. Mau sehat atau rapuh? Aku yankin semua orang pasti memilih untuk menjadi seseorang yang sehat kan? Iya lah, emang sakit itu enak apa? Sakit, nah ini kata kunci yang akan membuka tabir dari judul artikel ini. *eh bentar ya, lanjut nanti dulu :P

Misteri Watu Belah LA.

ing sawijining dina, ono sak keluarga sing urip nak Lamongan tercinta. Lamongan iku daerahe 75% laut –ngetarani mbujuk pol!, dadi penggaweane ga liyo yo dadi tani laut/nelayan. Nak daerah LA iki, Lamongan maksude, mitos-mitos isih dipercaya, opo maneh karo keluarga siji iki. Pingin weruh ceritane? Saksikan di bioskop IX G!
Dady : “Mama, aku tak budal nglaut sek yo? Ojo kangen yo?”
Mama : “Ndalapo she Ded, Dedik! Ga kuduo! Delek Iwak sing akeh! Deloken anak-anakmu lesu iku, Salsa Silsi.”
Dady : “Dady Mama, kok tambah nyeluk jeneng asliku!”
Mama : “Babahin! Hey, ndang budal! Pirang-pirang dino kene kenek PoTerGaSuRaNgan …”
Dady : “Opo iku Mama?”
Mama : “POso TERpaksa GAra-gara RAiso MAngan! Cek gak apdete ta! Pisan-pisan mbuka twitter, ndelok trending topic!”
Dady : “Uripmu twitteran! Uripku yo mesthine lesu mangan!”
Salsa : “Dady, Mama, ojo gelut ae! Wetengku lesu! Engko aku kenek mag gawat!”
Silsi : “Kamu mag? Makanya minum promag!”
Durasi Bro!
Dady : “Ok, aku budal mincing sek yo?”
Mama : “Nglaut! Mincing iku opo? Sak kilo gak genep, iwak cilik-cilik sisan!”
Salsa Silsi : “Teri Mama”
Dady : “Iyo yo, tak nglaut delek Iwak sing akeh! Kene, sun disik Mama!”
Mama : “San Suno ae! Iwak Teri ae during entuk! Nglamako maneh! NDANG BUDAL!”
Dadyne iku mau banjur berangkat. Salsa Silsi dadi lego, gak perkoro lesune, tapi perkoro grebeg-grebege kupinge. Tapi udan deres, angin kabut, pitik njomplang, angin mabuk, cendela pecah teko …
Cleret, DUORR! Cleret, DUORR!
Dady : “Waduh aku kudu ndelek Iwak Simelekete iki! Nek gak aku iso *mati!”
Cleret, DUORR! Cleret, DUORR!
Dady : “Tuing, sarimie isi dua! Sarimie isi dua! Untung banget entuk gede Iwak Simeleketene, puinter sisan! –padahal during tahu tak sekolahno nak Salsa, nek disekolahno Salsa lak tambah apik ae Bro?”
Cleret, DUORR! Cleret, DUORR! : “Ndang muleh! Pegel muni ngene terus Whoy!”
Dady : “Sak rugi-rugimu! Sak merdekaku! (banjur nyanyi)Iwak terakhir, kupersembahkan untuk *MAMA”
Sak tekone Omah …
Dady : “Mama, sejuta cinta untuk Mama!”
Mama : “Simelekete! Tak kiro wis isdet Sampeyan Dad!”
Dady : “Dongamu cek apike! Sopo kyai sing ngulangi?”
Cahyadi : “Kyai Amat Sugeh hare, keren beud!”
Dady : “jadi? Gue harus bilang waw gitu? Wis, wis, iki Mama, Sak-ekor Iwak Semelekete untukmu!”
Mama : “Haha, paling mari apdet pesbuk yo? Tiru-tiru sponsore sabun sehat ae!”
Silsi : “Dudu Mama!”
Salsa : “Iku iklane X*tiit Mama!”
Dady : “Loh, Salsa Silsi, wis gak lesu ta Nduk?”
Silsi : “Yo lesu Bro! Ujian Praktek gak entuk royalty hare! Lapar beud”
Salsa : “opo ae! Wis ndang budal Dady! Ono mitos nek sak misale cuaca elek, sopo ae sing nyimpen endoke Iwak Simelekete bakal tetep selamet pas nglaut.”
Mama : “Pinter Nduk! Apdeto twitter pesbuk terus yo?”
Salsa Silsi : “*mati!”
Dady : “Ok, fine! Nek pancene njaluk sak mene ae yowis! Aku tak mbalik! Koen, aku, kabeh *END!”
Dedik Selamet Ashari, ganti Bro! mosok Zardari Selamet Ashari terus? Dedik mesthine isek selamet, tapi gak eruh sih! Gak oleh ndisiki kerso! #Jeruu!
Mama : “Salsa, Mama ngenet dulu ya! Ate apdet disik, adikmu Silsi iku nggrangsang. Ojo sampai endoke Iwak Simelekete iku dipangan sopo ae sak durunge Dady teko!”
Salsa : “Menurut status sing tak woco, wong-wong koyo aku iki iso njaga tanggungjawab Ma! Siap Mama!”
Mama : “Ok Bok, cabuut!”
- - -
Silsi : “Mbak, Mbak, aku luesu Mbak!”
Salsa : “Me too”
Silsi : “Mitu iku gak merke tissue ta Mbak?”
Salsa : “Eh, sak merdekamu Si, Silsi!
Silsi : “Nek ngunu aku tak njupuk endoke Iwak Similikiti yo Mbak?”
Salsa : “Gak oleh!”
Silsi : “Ayoo ta Mbak! Sediikit sajelah! My weteng is sangat very lesu Embaak!”
Salsa : “Aku yo lesu! Moco status iki loh ben koen iku pinter! Gak panganan ae Si!”
Silsi : “Mbak, ojo koyok Mama ta! nek aku mati kelesonan piye?”
Salsa : “Ya Allah, Gusti Pengeran kulo, kulo dos pundi? Mbelani Adik nopo njaga amanate Ibu napa mikirno selametane Dady? Eh, maksude keselametane!
(mikir sek)Yowis, njupuko Si! Tapi ojo akeh-akeh!”
- - -
Mama teko …
Mama : “Endi? Endi endoke jek aman kan?”
Arek-arek : “Aman Mama! Gak ono klepto ae kok!
Mama mlaku mengguri ngecek endoke.
Mama : “Salsa! Endoke endi? Mbok dekek endi?”
Salsa : “yo nak kono Mama!”
Silsi : “Ojo dideleki Mama! Kabeh wis melbu wetengku hehe”
Salsa : “Maksudmu loh! Kok piye nasibe Dady?”
Silsi : (ndelu)
Mama : “kalian gak iso dituturi temen! Gak iso diparingi tanggungjawab! Yowis, nek gak nurut Mama yo tak tinggal!”
Salsa Silsi : “Ojo Mama! Ojo! Ojo Mamaaaaa”
(Salsa-Silsi nggodak Mama, tapi pas nak pantai Simelekete Mama mandek, tapi pas Salsa Silsi nyeluk Mama)
Salsa-Silsi : “Mamaaaaaaaaaaaa!”
Mama : “Watu Belah bukaen awakmu! Aku kecewa *pool karo anakku-anakku! Palang lekken aku!”
Watu : “Sudah, dada dulu sana! Ben koyo sinetron indosiarlah” (nada iklan mie sedap)
Mama : “Enak iki, nak kene aku iso apdet terus! Untung mari tuku modem smarpren, I hate slow! Tutup pintuu wahai Watu!”
Watu : “Ono wifine hare! Keren beud khant?”

Jegredek, Watu iku akhire nutup. Dadakman ono mitos sing durung dieruhi Salsa, ternyata ono Watu sing iso mbelah lan ngelek menungsa. Gak kabeh sing dieruhi Salsa, tapi paling gak eruh lah titik-titik, timbang Silsi loh!
Salsa : “Sil, sepurane aku gak iso urip bareng karo awakmu! Jujur, aku seneng banget drama iki ape mari! Soale awakmu iku nggregeti! Mangkelno! Wis, wis, timbang aku ngamuk-ngamuk, palang aku tak *mati!”

- - TAMAT - -

PILIHAN

Dalam hidup kita pasti punya pilihan, baik ataupun buruk kita tetap harus memilih salah satunya. Kalau kita berjalan di jalan yang salah, melangkah pada keburukan, pasti kita akan berlari menuju jurang kita sendiri.
Kawanku, meskipun usia kita masih 14-15 tahun, kita sudah diuji dengan banyaknya pilihan. Milih pacar aja rempong, habis pacaran ngapain? Kalau si pacar memberi dampak buruk kita harus gimana? Nah, ujian memilih datang nih! Putus apa nggak ya? Tapi sudah terlanjur sayang… kalau itu aku? bismillah, aku putusin dia (padahal pacaran juga nggak, berandai-andai saja yak!) :D
Ujian lain dating lagi, milih sekolah mana SMA nanti. Aku piker itu sih masih bias dibantu orangtua, tapi kalau masuk nggaknya? Iya sih, bias aja dibantu orantua lewat jalan tol langsung deh masuk SMA pilihan kamu itu. Masalahnya kalau orangtuamu berjanji tidak akan menolongmu lewat jalan tol ini? Jangan sedih! Artinya orangtuamu melatihmu untuk bertanggungjawab. Kalau sekarang kamu bias masuk dengan jerih payahmu sendiri, ada kebanggaan kan? Pasti ada! Nah, itu salah satu pilihan yang kita ambil, sukses dalam menabung masa depan.
Pang ketipang ketipung, me ji ku hi bi ni u! :D
Teman-teman, sekarang sudah punya planning mau ngapain nggak? Makan, tidur, melakukan proses defikasi, (nyari pacar)? Itu mah, madesu kalau planning kamu Cuma sebatas itu. Madesu, masa depan suram, seharusnya orang yang kenal aku madesuk, masa depan sukses, kenapa? Yaa saya kan orang madesuk ya, jadi orang-orang disekitar saya harus madesuk juga kan? :P

Selama ini kita melupakan-Nya !

Aku berfikir, setelah aku membaca pengertian dari surat “Al Muzzamil” surat ke-73 juz 29. Didalam surat itu dijelaskan tentang orang-orang yang kafir yang tidak mempercayai hari kiamat. Bukan hanya itu, mereka juga tidak melaksanakan perintah-perintah sang Maha Agung, “Allah”.
Aku merasa aku bagian dari orang-orang kafir itu. Mengapa ?? baca dulu ayat-ayat yang menyadarkan alam bawah sadarku ...
Ini bagian yang aku sukai :
“Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncang, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.” (QS. Al Muzzamil ayat 14)
“Sesungguhnya kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.” (QS. Al Muzzamil ayat 15)
“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasannya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada diantara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah ; dan orang orang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kau perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Muzzamil ayat 20)
Nah, apa kalian sudah menemukan apa yang saya temukan dari ayat-ayat di atas ?? kalimat yang saya beri underline adalah kalimat-kalimat yang sangat membangkitkan saya.
Dulu, saya sudah sempat rajin sholat Tahajud. Tapi sekarang tidak lagi karena malas. Dulu saya bisa membaca Al Qur’an setiap harinya bahkan menyelesaikan dua kali 30 juz itu pada bulan Ramadhan, tapi sekarang tidak lagi dengan alasan yang masi sama, “karena malas”.
Sekarang dunia saya sempit, bahkan kalau saya flashback banyak sekali PDI (Penurunan Daya Iman) yang saya alami. Sekarang saya jarang Tahajud, padahal saya tahu nikmat Tahajud begitu banyak. Kita bisa curhat langsung kepada Allah, kita bisa minta apa saja dan dituruti oleh Allah, yaa kalau kita dekat dengan Allah insyaallah apa yang kita inginkan bisa terkabul khan ?? saya sudah mencobanya.
Sekarang saya jarang mengaji, bahkan saat saya kelas 7 dalam satu tahun saya tidak bisa menyelesaikan satu kali pun membaca Al Qur’an. Satu tahun penuh kekosongan, jarang mengaji, jarang sembahyang, jauh dari yang Maha Penyayang.
Saya pernah mendengarkan ceramah, ada 5 golongan manusia :
1) Mengaku Islam, tapi tidak bisa membaca Al Qur’an.
2) Mengaku Islam, bisa mengaji, tapi tidak mau mengaji.
3) Mengaku Islam, mau mengaji, tapi tidak mengerti isi Al Qur’an.
4) Mengaku Islam, mau mengaji, mengerti isi Al Qur’an, tapi tidak mengamalkannya.
5) Mengaku Islam, mau mengaji, mengerti isi Al Qur’an, mengamalkan isi Al Qur’an.
Saya termasuk golongan kedua, masih sangat jauh untuk menjadi sempurna, masih ada 3 step lagi untuk saya. Bagaimana dengan anda ?? termasuk golongan berapa ??
Saat ini saya berusaha menjadi golongan ketiga, caranya saya baca-baca terjemahan Al Qur’an, dan saya dapatkan banyak hal-hal yang menenangkan jiwa.
Oh ya, terakhir ... kalau jaman dulu aja harus perang dulu, sekarang khan sudah tidak lagi, mengapa kita masih tidak mau mengaji ?? jarang sembahyang ?? ayoo ingat siapa yang menciptakan kalian ! :D



#tanggalpembuatan25-03-2011 *